"Kementerian Pendidikan juga bersinergi dengan kita. Hampir semua kementerian terlibat dalam pemberdayaan lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren,"tambahnya.
Terkait sosok yang akan menduduki jabatan Direktur Jenderal Pesantren, Menag menegaskan bahwa seleksi akan dilakukan secara objektif dan profesional, bukan berdasarkan kedekatan pribadi.
"Penentuan pejabat di Kementerian Agama itu bukan like and dislike, tapi melalui berbagai metode seleksi agar terpilih yang terbaik. Kita berharap yang terpilih benar-benar mampu bekerja dengan segala keterbatasannya, tapi tetap the best,"tegasnya.***