nasional

Kisah Nenek Suwarti yang Viral Tinggal di Rumah Kotor di Desa Jatiwates, Keluarga Ngaku Mampu tapi Tak Bertindak

Jumat, 12 Desember 2025 | 22:39 WIB
Kondisi Suwarti seorang lansia yang tinggal seorang diri di Desa Jatiwates, Tembelang (dok.istimewa)

 

JOMBANG, MOCOSIK.COM – Dugaan penelantaran seorang lansia di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, kembali membuka pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan keluarga dan respon cepat terhadap kerentanan warga lanjut usia.

Kasus ini mencuat setelah Dinas Sosial Kabupaten Jombang melalui TKSK Tembelang menerima laporan warga pada 1 Desember 2025.

Saat penjangkauan pertama, kondisi Suwarti seorang lansia yang tinggal seorang diri tersebut ditemukan sangat memprihatinkan.

Bahkan, ia hidup dalam keadaan kotor, makan dan minum di tempat yang sama dengan lokasi buang air besar dan kecil, sementara rumah yang ditempati tidak terurus.

Temuan ini memperlihatkan minimnya perhatian dan pengasuhan dari pihak keluarga, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam perlindungan lansia. 

Baca Juga: 305 PPPK Paruh Waktu Baru Resmi Bertugas, DLH Jombang Gelar Apel dan Syukuran

Meski anak dan menantu Suwarti menjanjikan akan merawat serta memperbaiki kondisi rumah setelah mediasi awal, namun fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Dalam beberapa hari, laporan baru kembali masuk ke Dinas Sosial. Hasilnya, kondisi rumah tetap kotor dan tidak layak huni. Janji perbaikan keluarga terbukti hanya retorika.

Pada 6 Desember 2025, tim gabungan yang terdiri dari TKSK, pendamping PKH, Puskesmas Jatiwates, Kepala Desa, dan perangkat desa melakukan pemeriksaan kesehatan kembali. Mediasi kedua pun dilakukan. Namun, peringatan ini juga tidak membuahkan hasil.

Ketidakseriusan keluarga kembali terbukti pada 10 Desember siang ketika kondisi lansia tetap tidak berubah. Tim harus turun lagi untuk ketiga kalinya.

Barulah setelah dipanggil dan ditekan agar menunjukkan komitmen, keluarga mulai membersihkan sebagian lingkungan rumah. Sebuah langkah minimal yang seharusnya dilakukan sejak awal tanpa campur tangan pemerintah.

Dalam pertemuan tersebut, Dinas Sosial memberikan tiga opsi tegas, diantaranya: Merawat lansia di rumah anak dengan standar kebersihan, Menyediakan ART untuk memastikan pengasuhan, atau merujuk ke Panti Wreda PSTW.

Namun anak dan menantu tetap bersikeras, jika ia merasa mampu merawat ibu mereka tanpa memperlihatkan bukti nyata perbaikan.

Halaman:

Tags

Terkini