JOMBANG, MOCOSIK.COM – Dalam upaya memperkuat penanggulangan Tuberkulosis (TBC), Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang menggelar pertemuan koordinasi proyek FCSDS (Life-Saving Facility and Community-Based Service Delivery Support for Tuberculosis) pada Jumat (10/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sehat 1 Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang itu bertujuan menyelaraskan strategi pelaksanaan Skrining Sistematis TBC (SSTB) dalam proyek FCSDS yang dijalankan STPI bersama Dinkes Jombang.
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Kepala Bidang P2P, tim FCSDS STPI Jombang, perwakilan Yabhysa, Wasor TBC Dinkes, seluruh Kepala Puskesmas, serta Penanggung Jawab TBC Puskesmas se-Kabupaten Jombang.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada menyoroti bahwa capaian penemuan kasus TBC di Jombang masih belum optimal meski program Penemuan Kasus Gejala (PKG) telah berjalan.
Baca Juga: Dinkes Jombang Dorong Klinik dan FKTP Perkuat Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular
"Melalui PKG seharusnya lebih banyak kasus yang bisa ditemukan, namun hasilnya belum signifikan. Dengan dukungan STPI melalui proyek FCSDS ini, kami optimistis penemuan kasus TBC dapat meningkat,"terangnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Jombang untuk memprioritaskan eliminasi TBC pada tahun 2026. Sebagai langkah konkret, seluruh Puskesmas di Kabupaten Jombang diwajibkan menjadi wilayah intervensi pelaksanaan SSTB.
"Saya menghendaki seluruh Puskesmas menjadi daerah intervensi agar cakupan penemuan kasus meningkat tajam. Tahun ini fokus kita memastikan penanggulangan TBC berjalan efektif dan menyeluruh,"tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan pemaparan teknis alur kerja SSTB oleh tim FCSDS. Sinergi antara STPI, Dinkes, Puskesmas, dan Yabhysa diharapkan mampu mempercepat target eliminasi TBC di Kabupaten Jombang melalui sistem deteksi dini yang lebih masif dan terstruktur.***