nasional

Minta Uang Buat Beli Arak Lalu Ancam Sopir Truk, Preman Viral di Pelabuhan Surabaya Diciduk Polisi

Selasa, 2 Juni 2026 | 10:41 WIB
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak ringkus preman yang peras sopir truk asal Lombok untuk beli arak (Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak)

 

 

SURABAYA, MOCOSIK.COM – Aksi premanisme jalanan yang menyasar para pengemudi armada logistik di kawasan pelabuhan akhirnya berakhir ditangan polisi.

Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak bergerak taktis membekuk seorang pria yang sempat viral di media sosial akibat melakukan pemerasan dan pengancaman terhadap sopir truk.

Tersangka yang kini terancam lebaran di dalam sel tahanan tersebut berinisial S, warga Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Ia tidak berkutik saat disergap petugas di kediamannya tanpa silsilah perlawanan.

Kapolres Pelabuhan Tanjungperak, melalui Kasat Reskrim AKP M. Prasetyo membeberkan, sirkulasi penangkapan pelaku bermula dari deteksi dini Tim Patroli Siber dan Unit Reaksi Cepat (URC) yang mendapati rekaman video pemerasan berdurasi singkat viral dan memicu keresahan publik di jagat maya. 

Baca Juga: Wajah Pelaku Terekam Screenshot Pacar Korban, Jambret HP Wisatawan Asal Jerman Ditembak Polisi di Surabaya

"Begitu mendeteksi sirkulasi video viral tersebut, tim lapangan langsung bergerak melakukan penyelidikan intensif. Terduga pelaku saat ini sudah berhasil kami amankan dan tengah menjalani silsilah pemeriksaan mendalam di Mapolres,"terangnya, Minggu (31/5/2026).

Berdasarkan data silsilah perkara, aksi premanisme itu meletus di ruas Jalan Perak Barat, Surabaya, pada Sabtu (30/5/2026). Korbannya adalah seorang sopir truk ekspedisi antarpulau berinisial AI, warga asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Saat kejadian, korban tengah memarkirkan armada truknya di pinggir jalan untuk mengantre sirkulasi manifes masuk ke dalam kapal penyeberangan.

Tak lama berselang, ketenangan korban terusik oleh kedatangan tersangka S yang langsung merangsek mendekati kaca kemudi.

Dengan nada memaksa, preman lokal ini meminta sejumlah uang tunai kepada korban. Alasan yang dilontarkan pelaku pun tergolong miris, yakni uang tersebut akan digunakan untuk sirkulasi membeli minuman keras jenis jeniper atau arak.

Karena merasa tidak memiliki kewajiban, korban AI secara tegas menolak silsilah permintaan tersebut. Penolakan itu rupanya memicu sirkulasi amarah tersangka. S langsung naik pitam dan melontarkan kalimat pengancaman verbal yang intimidatif.

Beruntung, korban dengan sigap merekam aksi arogan tersebut menggunakan kamera ponsel hingga menjadi bukti otentik yang viral. 

Halaman:

Tags

Terkini