SURABAYA, MOCOSIK.COM – Polrestabes Surabaya berhasil menggulung sindikat kelas kakap spesialis pemalsuan dokumen akademik dan kependudukan.
Jaringan ini diketahui menjadi dalang di balik praktik perjokian dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur ujian berbasis komputer.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, mengungkapkan bahwa terbongkarnya praktik culas ini berawal dari kejelian pengawas pada pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), 21 April 2026.
"Petugas verifikasi di lapangan menemukan ketidakcocokan fisik yang fatal. Foto pada ijazah SMA peserta tidak sinkron dengan foto yang tertera di kartu ujian,"katanya dalam konferensi pers, Jumat (7/5/2026).
Penyelidikan mendalam mengungkap, bahwa sindikat ini bekerja sangat rapi. Mereka tidak hanya menyediakan joki untuk menggantikan peserta asli, tetapi juga memanipulasi seluruh ekosistem administrasi agar joki tersebut bisa melenggang masuk ke ruang ujian tanpa hambatan.
Baca Juga: Polda Jatim Musnahkan 22 Kg Kokain, Surabaya Masuk Zona Hitam Narkoba
Adapun para pelaku memalsukan dokumen mulai dari:
• Data pendaftaran daring (online).
• Kartu Tanda Penduduk (KTP) fisik.
• Ijazah SMA sebagai syarat administrasi.
• Kartu peserta ujian dan stempel institusi pendidikan.
Di lokasi penggerebekan, polisi menyita berbagai alat produksi layaknya kantor dinas resmi, mulai dari printer kartu ID, tumpukan blanko KTP kosong, laptop, hingga puluhan kartu SIM yang digunakan untuk registrasi akun palsu.
Fakta mengejutkan terungkap saat pengembangan penyidikan. Jaringan ini ternyata telah eksis selama hampir satu dekade.
"Berdasarkan pengakuan dan bukti digital, mereka sudah beroperasi sejak 2017. Dalam kurun waktu sembilan tahun, setidaknya 114 orang telah diloloskan ke berbagai fakultas favorit di universitas negeri maupun swasta di seluruh Pulau Jawa,"ucap Luthfi.
Dalam kasus ini, polisi menetapkan 14 orang sebagai tersangka. Menariknya, para pelaku berasal dari latar belakang yang cukup terpelajar, termasuk oknum mahasiswa, wiraswasta, hingga tenaga profesional yang memiliki keahlian khusus dalam desain grafis dan manipulasi data.
Artikel Terkait
Residivis Narkoba Kembali Ditangkap, Polisi Bongkar Peredaran Shabu di Jalan Bogen Surabaya
Polrestabes Surabaya Bongkar Peredaran 109 Gram Sabu dan 2.000 Pil LL di Tambaksari
41 Kasus Narkoba Terungkap di Surabaya, 55 Tersangka Diamankan
Polda Jatim Sita Hampir 33 Kg Sabu di Gresik dan Surabaya, Kurir Dijanjikan Rp120 Juta
Ditreskrimum Polda Jawa Timur Ungkap Penjualan Bubuk Petasan Ilegal di Surabaya