Menurutnya, kolaborasi seluruh unsur menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kejadian dan meminimalkan risiko kerugian yang lebih besar.
Dalam operasi pemadaman tersebut, sejumlah unsur yang terlibat di antaranya, Pos Damkar Mojoagung, Pos Damkar Jombang, Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jombang, Polsek Peterongan, relawan SEMAR, GATANA, perangkat desa, serta warga setempat.
Baca Juga: Respons Cepat, Dinsos Jombang Dampingi Bupati Salurkan Bantuan ke Korban Angin Kencang dan Kebakaran
Setelah beberapa jam melakukan upaya pemadaman dan pembasahan, seluruh titik api berhasil dipadamkan. Penanganan dinyatakan selesai pada pukul 15.20 WIB setelah petugas memastikan lokasi benar-benar aman dari potensi kebakaran susulan.
Wiku juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan usaha dan peternakan yang banyak menggunakan material mudah terbakar.
"Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, pengawasan terhadap sumber api, serta penyediaan alat pemadam api ringan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran. Kesigapan masyarakat dalam melaporkan kejadian juga sangat membantu percepatan penanganan di lapangan,"tambahnya.
BPBD Jombang berharap kesadaran masyarakat terhadap mitigasi kebakaran terus meningkat sehingga potensi kejadian serupa dapat dicegah sejak dini.***