"Manusia mungkin memiliki keterbatasan, tetapi Tuhan tidak. Tuhan senantiasa memiliki rencana yang luar biasa,"tegas Jennie Nabilah.
Kini, ada dua orang yang membantu biaya Pendidikan Jennie Nabilah. Ia pun kini berhasil diterima di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Jalur kuliahnya semakin terbuka saat Jennie Nabilah juga meraih Beasiswa.
Setiap hari, Jennie Nabilah tekun menjalani proses belajar di kampus hingga mencapai semester lima. Dan pada tanggal 15 Juni 2023, Jennie mendengar tentang program MOSMA Kementerian Agama.
Program ini memberikan peluang kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk mendapatkan Beasiswa Kuliah di luar negeri.
MORA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA), adalah program implementasi dari konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka. MOSMA adalah program mobilitas fisik yang memberi kesempatan pada mahasiswa untuk belajar di perguruan tinggi di luar negeri.
Program ini berlangsung selama 1 semester dengan batas waktu maksimal 6 bulan. Melalui program ini, mahasiswa dapat mengakumulasi kredit yang nantinya dapat diakui di kampus asal mereka.
Jennie Nabilah tidak menyia-nyiakan peluang ini. Peluang untuk belajar di Amerika Serikat yang tak pernah terpikirkan sebelumnya, kini menjadi kenyataan.
"Keberadaan program MORA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA) datang pada waktu yang tepat. Saya langsung meraih peluang ini dengan menyiapkan dokumen-dokumen, sertifikasi bahasa, menjalani wawancara, dan akhirnya dinyatakan berhasil mendapatkan kesempatan belajar di Amerika Serikat. Ini adalah rencana Tuhan yang tak terduga, bukan?,"tanya Jennie Nabilah dengan mata berbinar.
"Dengan izin Allah, saya akan berangkat ke Amerika Serikat pada tanggal 26 Agustus 2023,"lanjutnya.
Baca Juga: Fatimah Muharrami Siswi MAN 1 Medan Ciptakan Aplikasi TUDARA untuk Anti Diskriminasi di Sekolah
Jika ia memutar kembali waktu, Jennie Nabilah tidak akan pernah membayangkan, bahwa remaja yang pernah hampir berhenti sekolah dan dulu disarankan untuk tidak melanjutkan Kuliah, kini akan mengalami pengalaman belajar di Amerika Serikat.
Bahkan, Jennie Nabilah tak pernah bisa membayangkan hal ini. Sebagai manusia biasa, Jennie Nabilah hanya berusaha semaksimal mungkin dan ia merasa memiliki tanggung jawab untuk meraih kebebasan dalam hidupnya.
"Untuk semua pelajar, remaja, dan siapa pun yang tengah berjuang untuk mencapai impian mereka, percayalah bahwa setiap orang memiliki kesempatan dan hak untuk berusaha mewujudkannya. Yang paling berharga adalah keyakinan diri untuk terus maju dan mewujudkannya. Percayalah bahwa setiap niat baik pasti akan menemukan jalannya, karena Tuhan tahu jalan terbaik untuk kita,"pesan Jennie Nabilah.
"Terima kasih kepada Gus Men Yaqut Cholil Qoumas. Terima kasih juga kepada MOSMA Kementerian Agama. Program ini telah membuka akses bagi mahasiswa Indonesia untuk meraih ilmu di seluruh dunia,"tambah Jennie Nabilah dengan penuh rasa syukur.***