Keistimewaan dan Syarat Wajib Puasa di Bulan Ramadhan

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Minggu, 26 Maret 2023 | 06:00 WIB
Keistimewaan dan syarat wajib puasa bulan Ramadhan (Facebook @Kartu Ucapan Buat Teman Anda)
Keistimewaan dan syarat wajib puasa bulan Ramadhan (Facebook @Kartu Ucapan Buat Teman Anda)

MOCOSIK.COM - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Pada bulan Ramadhan, ini terdapat banyak Keistimewaan dan keberkahan yang tidak terdapat pada bulan-bulan lainnya.

Salah satu keistimewaan yang paling terkenal dari bulan Ramadhan adalah pelaksanaan ibadah puasa.

Menurut dalil yang terdapat dalam kitab suci Al-Quran,“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (QS. Al-Baqarah ayat 183). 

Baca Juga: Keutamaan Puasa dBulan Ramadhan: Pahala dan Keberkahan yang Luar Biasa

Dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan umat muslim untuk melaksanakan ibadah puasa sebagai bentuk ketaqwaan kepada-Nya.

Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti bersenggama, dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Selain itu, puasa juga memiliki hikmah yang sangat besar, yaitu membersihkan dan menyucikan jiwa, serta membebaskannya dari endapan-endapan yang buruk dan akhlak-akhlak yang rendah.

Syarat wajib puasa pada bulan Ramadhan terdiri dari empat hal, yaitu Islam, dewasa (baligh), berakal sehat, dan mampu untuk melaksanakan ibadah puasa.

Pertama, seseorang harus beragama Islam, karena orang yang bukan muslim tidak diwajibkan untuk berpuasa.

Kedua, seseorang harus telah dewasa atau baligh. Seorang anak dianggap telah baligh jika sudah mencapai tiga tanda, yaitu keluarnya sperma pada anak laki-laki dan perempuan setelah berumur sembilan tahun, menstruasi atau haid pada anak perempuan setelah berumur sembilan tahun, dan umur mencapai lima belas tahun bagi anak laki-laki dan perempuan.

Selain itu, seseorang juga harus berakal sehat, sehingga bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk, serta dapat menahan diri dari hal-hal yang batil.

Orang yang akalnya tidak sehat tidak diwajibkan untuk berpuasa, meskipun dia sudah dewasa dan beragama Islam. Terakhir, seseorang harus mampu atau kuat untuk melaksanakan ibadah puasa.

Jika seseorang memiliki udzur syar’i, seperti karena sakit atau kehamilan, maka ia tidak diwajibkan untuk berpuasa.

Selain sebagai bentuk ketaqwaan kepada Allah SWT, ibadah puasa juga memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Hukum Jika Meninggalkan Sholat Jumat karena Pekerjaan

Minggu, 2 Februari 2025 | 06:00 WIB

10 Kata-Kata Motivasi Islami Penuh Makna Part

Jumat, 17 Januari 2025 | 20:00 WIB
X