Situs tersebut diretas oleh anonim bernama‘Jimbo’, sehingga mengakibatkan sekitar 204 juta data pemilih tetap (DPT) bocor dan dijual kepada publik di dunia maya, BreachForums.
Sedangkan data yang diretas Jimbo, mengandung sejumlah data pribadi yang vital. Mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (KK) dan Nomor KTP—berisi nomor paspor untuk pemilih yang berada di luar negeri.
Setelah itu, juga terdapat data pribadi lainnya, berupa nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, RT, RW, kodefikasi kelurahan, kecamatan, dan kabupaten serta kodefikasi TPS.***
Artikel Terkait
Siap Amankan Pemilu 2023 - 2024, Polres Jombang Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Operasi Mantap Brata
Kemenag Mulai Siapkan Layanan Ibadah Haji 1445 H/2024 M, Begini Kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid
Bareskrim Polri Selidiki Peretas Situs Resmi KPU, Adi Vivid A Bachtiar: Pelaku Bernama Jimbo
Berkunjung ke Indonesia, Komisi I DPR RI Terima Audiensi Warga Palestina Guna Perjuangkan Kemerdekaan
Presiden Jokowi Lantik dan Ambil Sumpah Jabatan Maruli Simanjuntak sebagai KSAD di Istana Negara