Empat Peringatan Nasional Dipusatkan di Jombang, Perempuan Jadi Simbol Penguatan Solidaritas Bangsa

photo author
- Senin, 22 Desember 2025 | 15:29 WIB
Pemkab Jombang memusatkan empat peringatan besar nasional dalam satu upacara khidmat penguatan solidaritas sosial menuju Indonesia Emas 2045 (jombangkab.go.id)
Pemkab Jombang memusatkan empat peringatan besar nasional dalam satu upacara khidmat penguatan solidaritas sosial menuju Indonesia Emas 2045 (jombangkab.go.id)

 

JOMBANG, MOCOSIK.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang memusatkan empat peringatan besar nasional dalam satu upacara khidmat di Lapangan Kantor Pemkab Jombang, Senin (22/12/2025) pagi.

Peringatan Hari Ibu ke-97, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), Hari Bela Negara ke-77, dan Hari Nusantara Tahun 2025 menjadi momentum penguatan solidaritas sosial menuju Indonesia Emas 2045.

Upacara dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Dyah Ambarwati, S.H., M.H., selaku Inspektur Upacara, dengan Dra. Wor Windari, M.Si., sebagai Perwira Upacara.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., Wakil Bupati Salmanudin, S.Ag., M.Pd., jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang beserta para istri.

Baca Juga: Pengurus DPC PKDI Jombang Resmi Dikukuhkan, Supono Tegaskan Soliditas Satu Komando Sampai Akhir

Dalam amanatnya, Dyah Ambarwati menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu tidak boleh dimaknai sebatas perayaan seremonial seperti Mother's Day, melainkan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan panjang perempuan Indonesia dalam sejarah bangsa.

"Tema Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045 adalah pengingat bahwa perempuan merupakan pilar ekonomi, penjaga nilai budaya, sekaligus inovator yang mampu berkarya melampaui berbagai keterbatasan,"terangnya.

Selain isu pemberdayaan perempuan, amanat upacara juga menyoroti pentingnya kesetiakawanan sosial.

Pada peringatan HKSN, seluruh peserta diajak menumbuhkan empati dan mengirimkan doa bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatera.

Semangat gotong royong dinilai menjadi benteng utama bangsa agar tidak mudah terpecah oleh provokasi.

Terkait Hari Bela Negara ke-77, Inspektur Upacara menekankan bahwa bela negara di era modern tidak selalu identik dengan angkat senjata, melainkan diwujudkan melalui pengabdian sesuai profesi.

"Petani yang menjaga ketahanan pangan, guru yang mencerdaskan generasi bangsa, hingga warga yang menjaga ruang digital dari hoaks merupakan bentuk nyata bela negara masa kini,"ujarnya.

Sementara itu, peringatan Hari Nusantara yang merujuk pada Deklarasi Djuanda menjadi pengingat pentingnya menjaga kedaulatan dan kelestarian laut sebagai sumber keberlanjutan masa depan bangsa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X