Fakta tersebut menguatkan dugaan bahwa jaringan curanmor yang diungkap memiliki pola distribusi lintas wilayah.
Polisi juga memahami bahwa tidak semua korban hafal nomor kendaraan mereka. Oleh karena itu, konsep bazar dinilai lebih efektif karena masyarakat dapat mencocokkan langsung kendaraan secara fisik.
"Kami juga akan mengumumkan nama pemilik sesuai hasil identifikasi agar memudahkan pencocokan,"imbuh Kombes Luthfie.
Untuk memudahkan masyarakat, Polrestabes Surabaya Polda Jatim turut menyediakan tautan pengecekan data barang bukti motor curian yang bisa diakses sebelum datang ke lokasi.
Kapolrestabes Surabaya menegaskan, bahwa upaya pemberantasan curanmor tidak akan berhenti. Jaringan pelaku masih terus diburu dan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
"Pelaku curanmor yang melawan, siap-siap berhadapan dengan kami,"pungkasnya.
Melalui program ini, Polrestabes Surabaya berharap tidak hanya memulihkan kerugian warga, tetapi juga mengembalikan rasa aman masyarakat yang selama ini dihantui aksi curanmor di berbagai wilayah Kota Pahlawan.***
Artikel Terkait
Hendak Tawuran Antar Kelompok, Ketua Gangster Durian Runtuh 23 Surabaya Diringkus Polres Tanjung Perak
Polda Jatim Sambut Kedatangan Presiden Jokowi dengan Pengaman VVIP Konferensi Cocotech 2024 di Surabaya
Siswa MTsN 2 Kota Surabaya Temukan Detektor Dini Disleksia, Selengkapnya Baca Disini
Sindikat Penipuan Online Jaringan Internasional di Surabaya Digrebek Polisi, 10 WNA Berhasil Ditangkap
Dinas Pertanian Jombang Jalin Sinergi Bersama BBPPTP Surabaya Penyediaan Benih Tebu Bermutu dan Bersertifikat