Amin Ak: Kementerian BUMN Harus Bertanggung Jawab atas Dugaan Bocornya 15 Juta Data Nasabah BSI

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Selasa, 16 Mei 2023 | 22:05 WIB
Amin AK, meminta Kementerian BUMN turut bertanggung jawab atas dugaan bocornya 15 juta data nasabah di Bank Syariah Indonesia (BSI) (dpr.go.id)
Amin AK, meminta Kementerian BUMN turut bertanggung jawab atas dugaan bocornya 15 juta data nasabah di Bank Syariah Indonesia (BSI) (dpr.go.id)

 

MOCOSIK.COM - Anggota Komisi VI DPR RI, Amin Ak, meminta Kementerian BUMN turut bertanggung jawab atas dugaan bocornya 15 juta data nasabah di Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Peretasan ini harus segera diatasi dan diidentifikasi oleh pemerintah untuk melindungi data nasabah yang terkena dampak,"katanya.

Amin Ak menyatakan, bahwa Kementerian BUMN harus bekerja sama dengan instansi terkait untuk mengurangi risiko keamanan siber.

Baca Juga: Komite Fatwa Terbitkan 78 Ribu Sertifikat Halal Sejak Maret 2023

Munculnya ransomware LockBit 3.0 telah menyalahi hak privasi sekitar 80% nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) pada tanggal 16 Mei 2023. Kelompok peretas asal Rusia tersebut menyebar semua data nasabah melalui dark web, setelah permintaan untuk membayar tebusan tidak direspons oleh BSI.

"Bank ini juga telah melumpuhkan sistem teknologi informasi (IT) dan mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber yang terjadi pada tanggal 8 Mei 2023 hingga 11 Mei 2023,"terang Amin Ak.

Amin Ak menambahkan, bahwa manajemen bank-bank BUMN tidak bisa melepaskan tanggung jawabnya terhadap serangan siber.

"Sejauh ini, sistem IT Bank BUMN sudah beberapa kali menjadi sasaran serangan siber, menunjukkan bahwa pertahanan siber bank-bank di Indonesia masih terus dibawah standar. Sebagai pengawas manajemen bank-bank BUMN, Kementerian BUMN harus serius untuk meningkatkan keamanan siber perbankan di Indonesia untuk menghindari hal serupa terjadi kembali,"ungkap Amin Ak.

Berdasarkan laporan, pada tahun 2021 Bank Jatim dan BRI Life (perusahaan asuransi milik BRI) diretas dan data pribadi nasabah dianggap bocor di internet, bahkan awal 2022 Bank Indonesia juga mengalami serangan ransomware.

Menanggapi hal tersebut, Amin Ak sangat prihatin dan ingin menekankan kepada manajemen Bank BSI untuk segera membuka investigasi digital forensik. 

Baca Juga: 28.336 Peserta Daftar Ikuti Pelatihan Online Implementasi Kurikulum Merdeka Melalui MOOC Pintar

"Nasabah membutuhkan jaminan keamanan atas data pribadi mereka, dan setiap data yang bocor akan merugikan nasabah. Oleh karena itu, manajemen Bank BSI harus segera bertindak untuk mencegah penyalahgunaan data nasabah yang dapat merugikan,"ucapnya.

Amin Ak juga menyatakan, bahwa respon Bank BSI pascaransomware tersebut belum cukup menenangkan nasabah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: dpr.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X