Baca Juga: Dinas PUPR Jombang Mulai Membangun Jalan Cor Kabuh-Tapen Senilai Rp6 Milyar dari Dana APBD 2023
Sementara itu, dampak dari proyek rekonstruksi jalan Kasemen - Gudo, diakui Bayu Pancoroadi menimbulkan polusi debu. Namun debu tersebut disebabkan akibat arus lalu-lintas kendaraan yang masih lalu-lalang.
Untuk itu, sebagai antisipasi dan mengurangi polusi debu tersebut, Dinas PUPR Jombang telah menginstruksikan pada kontraktor pelaksana proyek untuk sering melakukan penyiraman dengan menggunakan truk tangki air.
Bayu Pancoroadi tak menampik, setiap pelaksanaan proyek jalan, pasti merasakan betapa tingginya masalah sosial yang harus dihadapi pelaksana proyek. Karena akan bersinggungan langsung dengan masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Akan halnya dengan dampak dari proyek rekonstruksi jalan Kasemen - Gudo, Bayu mengharapkan pengertian warga sekitar proyek. Sebab di penghujung September mendatang, proyek pengecoran jalan Kasemen-Gudo akan tuntas.
"Saat proyek selesai, maka problem menahun berupa jalan rusak, becek, berdebu dan macet tidak akan terulang lagi," pungkas Bayu Pancoroadi.***
Artikel Terkait
Dinas PUPR Jombang Intensifies Road Maintenance to Support Heavy Vehicles
Tingkatkan Pelayanan Masyarakan, Dinas PUPR Jombang Luncurkan Aplikasi Berbasis Web IDJO
Sekdakab Jombang Pimpin Razia Reklame Ilegal dan Kadaluarsa di Ruas Jalan Kota
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkab Jombang Melalui Dinas PUPR Terus Tingkatkan Perbaikan Jalan Rusak
Dinas PUPR Jombang Mulai Membangun Jalan Cor Kabuh-Tapen Senilai Rp6 Milyar dari Dana APBD 2023