MOCOSIK.COM - Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori mengatakan, bahwa terkait tulisannya yang viral dimuat ratusan media berjudul,“Hartanto Boechori Ketua Umum PJI: Penganiaya Wartawan di Sumenep, Biadab!", sempat mendapat telpon dan Whatsapp dukungan dari berbagai kawan-kawan Pers, LSM, Aparat Sipil Negara dan Militer, intelijen, Otmil III-11 Surabaya dan lain lain.
"Banyak juga yang sebelumnya belum pernah saya kenal atau komunikasi dengan saya. Syukur terima kasih atas dukungan rekan rekan,"terangnya.
Hartanto Boechori mengungkap, pada Sabtu 29/7/2023 terjadi penganiayaan dan penyekapan terhadap Wartawan yang sedang melakukan Jurnalisme investigasi, di Pelabuhan PT. Garam Kalianget Sumenep Madura dan pelakunya diduga 4 Oknum personil TNI AL.
Baca Juga: Ketua Umum PJI Hartanto Boechori Lantik Mardiana Sebagai Ketua DPC PJI Kudus
"Sejak Rabu pagi, 2/8/2023 tulisan saya viral diberitakan ratusan media. Bahkan sampai tulisan ini saya buat masih ada pemberitaan mengalir,"ungkap Hartanto Boechori.
Lebih lanjut, Ketua Umum PJI ini menjelaskan, jika sore harinya di Sumenep, Komandan Lanal Batuporon Letkol Laut (P) Imam Ibnu Hajar, M., Tr., Opsla berupaya memediasi Wartawan korban penganiayaan, Erfandi yang didampingi Penasehat Hukum dari DPW APSI Jatim, Sulaisi Abdurrazaq, SH., bersama Tokoh masyarakat Fauzi As, serta rekan jurnalis di Sumenep dan Komandan Kodim Sumenep Letkol Czi Donny Pramudya Mahardi.
"Melalui rekan Jurnalis di Sumenep, Letkol Imam Ibnu Hajar mengontak saya, meminta saya mendukung upaya persuasif yang dilakukan pihaknya,"ujarnya.
Menurutnya, Rabu sore itu juga, kawan kawan POM AL dan Intelijen dari Lantamal V Surabaya juga mengontaknya, serta menurunkan Tim ke Sumenep Madura. Setelah itu, mereka meminta file video penganiayaan/penyekapan yang beritanya viral.
"Saya minta pihak Lantamal V mengirimkan Surat Permintaan Resmi. Juga saya arahkan berkoordinasi dengan pihak Polres Sumenep yang sudah membuatkan visum,"jelasnya.
Hartanto Boechori menambahkan, sekitar jam 21.30 bung Erfandi mengirim Foto Surat Perjanjian Perdamaian yang ditanda-tangani dirinya dengan pihak TNI AL, yang diwakili Komandan Lanal Batuporon Letkol Laut (P) Imam Ibnu Hajar, M., Tr., Opsla.
"Pada intinya berisisi poin-poin, bahwa benar terjadi penganiayaan terhadap wartawan Erfandi oleh 3 oknum Anggota Lanal Batuporon dan 1 orang security PT. Garam Kalianget Oknum dari Yoniv 3 Marinir. Dan Komandan Lanal Batuporon mewakili TNI Angkatan Laut meminta maaf kepada saudara Erfandi beserta keluarganya, Wartawan Sumenep serta masyarakat Sumenep Madura atas terjadinya tragedi termaksud,"tuturnya.
Komandan Lanal itu juga berjanji akan menindak tegas 4 personil yang terlibat penganiayaan sesuai hukum yang berlaku di TNI AL, serta akan memutasi 4 oknum itu dari Sumenep. Pihaknya juga menjamin keselamatan bung Erfandi dan semua Jurnalis yang melakukan peliputan di Madura.
Baca Juga: Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Buka UKW Muda dan UKW Madya ke 8, Ini Jadwal dan Syaratnya
"Saya mengapresiasi kesigapan kawan kawan dari Lantamal V, Komandan Lanal Batuporon beserta jajaran, Dandim Sumenep beserta jajaran, Kapolres Sumenep beserta jajaran, rekan Jurnalis dan berbagai elemen di Sumenep yang pro aktif. Terutama atas jaminan keamanan terhadap Jurnalis, serta tindakan tegas yang akan diberlakukan terhadap 4 Oknum pelaku penganiayaan, sebagaimana janji Komandan Lanal Batuporon.
Artikel Terkait
Beredar Video Viral di Media Sosial Siswi SMP Masturbasi dengan Botol Minyak Telon, Nggak Bahaya Tah!
Polda Jatim Klarifikasi Video Viral Warga Protes Pengurusan SIM di Gresik
Anggota DPR RI Soroti Kasus Ibu Penjual Gorengan Keliling di Surabaya Terima Paket Narkoba Milik Anaknya
Ungkap Kasus TPPO, Polres Jombang Terima Penghargaan dari TRC PPAI
Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar! Densus 88 Tangkap 2 Orang Teroris di Jawa Tengah