JOMBANG, MOCOSIK.COM - Tembakau dengan Mengunakan Vermikompos yang merupakan kerjasama Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Pengembangan kemitraan tembakau, Festival Perkebunan.
Semua sarana budidaya dan pembinaan pelatihan, merupakan ikhtiah pemerintah Kabupaten Jombang dalam rangka meningkatkan produksi tembakau.
Dalam rangka regenerasi petani tembakau, pada tahun 2023-2024, Dinas Pertanian Jombang mengalokasikan kegiatan Agropreneur muda yang dilaksanakan oleh Poktan Rayung, Kecamatan Kudu.
Baca Juga: Dinas Pertanian Jombang Dukung Peningkatan Produksi Tanaman Perkebunan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M Roni mengatakan, dimana dalam program agropreneur, wajib melibatkan milenial (usia 24 - 39 tahun) dalam berusaha taninya dan wajib menjalin kemitraan (PR Jaleca).
"Alhamdulillah, tahun ini Kabupaten Jombang terpilih menjadi Juara I Agropreneur award se Jawa Timur (mendapat 4 kambing untuk bisa di manfaatkan dala menunjang usaha tani tembakau),"katanya.
Menurutnya, dalam rangka pencapaian swasembada gula konsumsi tahun 2023, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang telah mengalokasikan kegiatan yang bersifat meningkatkan produksi tebu, khususnya di kabupaten Jombang.
"Program Bongkar Ratoon sebesar 300 ha dan Rawat Ratoon sebesar 600 ha dengan paket bantuan sarana produksi, seperti pupuk majemuk, pupuk organik dan obat obatan,"ujar M Rony.
Adapun paket bantuan untuk kegiatan bongkar ratoon antara lain :
• Pupuk majemuk 500 kg/ha.
• Pupuk organik 15 liter/ha.
• Obat obatan 5 liter/ha.
• Biaya rawat ratoon 25 hok/ha (cpcl penerima berasal dari program KBD (Kebun Benih Datar) di Tahun 2021, sehingga berkelanjutan).
Paket bantuan untuk kegiatan rawat ratoon antara lain :
• Pupuk majemuk 500 kg/ha.
• Pupuk organik 15 liter/ha.
• Obat obatan 5 liter/ha.
• Biaya rawat ratoon 22 HOK/ha).
"Hal ini semata upaya Pemerintah Kabupaten Jombang, dalam meningkatkan produksi tebu dan gula. Mengingat potensi tebu biasanya diatas 100.000 ton/hektar sampai 120.000 ton/hektar dengan rendemen diatas 8 %, kedepan Dinas Pertanian Jombang akan memperkuat kemitraan antara petani dan industri. Mulai dari kegiatan on farm sampai off farm,"ungkapnya.
Selain itu, lanjut M Rony, upaya pembinaan kelompok tani tebu dan membangun jaringan antar KPTR dan Pabrik Gula akan lebih ditingkatkan, sehingga terbangun sistem yang bersifat menguntungkan satu sama lain.
Berbagai cara akan terus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas gula nasional. Salah satunya melalui kemitraan antara petani tebu dengan perusahaan industri atau pabrik gula (PG).