"Kita sudah punya catatan oknum - oknum di birokrasi Pemkab Jombang, yang cara pandang dan pikirnya keliru dalam memahami uri-uri budaya. Dari pemimpinnya sih oke, tapi kenapa birokrasinya tidak bisa menerjemahkan dengan baik, termasuk DPRD Jombang dan sudah saatnya merubah orientasi,"imbuhnya.
Baca Juga: Ribuan Pekerja di Jombang Semarakkan Peringatan Hari Buruh Internasional My Day 2024 di Alun Alun
Menurutnya, dalam waktu dekat ini Topeng Jati Duwur punya gawe festival budaya selama 10 hari, yaitu pada tanggal 5 sampai 14 Juli 2024.
Oleh karena itu, dari perjuangan pihaknya mencalonkan diri sebagai Bupati Jombang, adalah untuk menjadikan Festival di Desanya selama 10 hari full, itu berisi menyatukan seni tari Jombangan dan menjadi agenda Wisata Daerah Pemkab Jombang.
"Wisatawan dari domestik maupun mancanegara, melihat seni dan wisata budaya itu masuk jadwal pasti, atau agenda rutin daerah atau tidaknya. Jika tidak, maka jangan harap wisatawan datang ke daerah kita,"pungkasnya.
Sementara itu, Ketua penjaringan Bacalon Kepala Daerah DPC PDIP Kabupaten Jombang, Dodit Eko Prasetyo menambahkan, bahwa yang sudah mengambil formulir pendaftaran tersebut ada empat dan belum ada yang mengembalikan.
"Iya yang sudah mengambil ada empat, salah satunya yang barusan yaitu Isma Hakim dan semuanya bukan dari kader,"ucapnya.***