nasional

Jelang Tradisi Suro, Polres Blitar Tindak Tegas Anggota Perguruan Silat

Selasa, 10 Juni 2025 | 10:51 WIB
menjelang perayaan tradisi Suro, Polres Blitar melakukan penindakan tegas puluhan anggota perguruan silat (Humas Polres Blitar)

 

BLITAR, MOCOSIK.COM - Dalam rangka mendukung terciptanya situasi aman dan kondusif menjelang perayaan tradisi Suro, Polres Blitar melakukan penindakan tegas terhadap sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh anggota perguruan silat.

Penindakan ini merupakan implementasi dari Maklumat Aman Suro 2025, sebuah kesepakatan bersama antara kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh perguruan silat di wilayah Jawa Timur yang bertujuan menciptakan suasana damai selama bulan Suro.

Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman menegaskan, bahwa maklumat tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen yang harus dipatuhi oleh semua pihak.

"Pelanggaran yang mengganggu ketertiban dan keselamatan akan kami tindak tegas. Maklumat Aman Suro adalah komitmen bersama yang wajib ditaati,"tegasnya, Senin (9/6/2025).

Baca Juga: Lima Anggota Perguruan Silat Diamankan Polisi, Polres Blitar Tegaskan Tak Toleransi Gangguan Kamtibmas

Polres Blitar melakukan pengamanan di berbagai titik yang menjadi pusat kegiatan perguruan silat, di antaranya:

• Lapangan Lorejo, Kecamatan Bakung
• Padepokan PSHT Cabang Blitar, Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro
• Taman Sakura, Kecamatan Garum
• Jenggolo Urung–Urung, Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari

Kegiatan ini didukung oleh 1 pleton personel Brimob Kompi C Kediri untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Selama kegiatan pengamanan, aparat berhasil menindak 12 pelanggaran di wilayah Gawang, Kecamatan Wonotirto. Rinciannya sebagai berikut:

• 9 pelanggaran terkait pengendara yang tidak menggunakan helm,
• 3 pelanggaran akibat penggunaan knalpot brong pada kendaraan roda dua.

Adapun barang bukti yang diamankan, yakni berupa STNK dan kendaraan yang tidak sesuai standar turut diamankan

Kapolres Blitar mengingatkan, bahwa pelaksanaan tradisi Suro harus dijalankan dengan cara yang tertib dan tidak meresahkan masyarakat. Ia mengimbau agar anggota perguruan silat menjadi bagian dari solusi, bukan sumber gangguan.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya dari perguruan silat, untuk menjadi contoh dalam menaati aturan. Mari kita wujudkan perayaan Suro yang damai, aman, dan penuh makna,"ujar AKBP Arif Fazlurrahman.

Halaman:

Tags

Terkini