Niat dan Tata Cara Melaksanakan Sholat Tarawih

photo author
- Kamis, 23 Maret 2023 | 21:42 WIB
Niat dan Tata Cara melaksanakan sholat tarawih  (Pinterest)
Niat dan Tata Cara melaksanakan sholat tarawih (Pinterest)

Artinya: Saya niat sholat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, menjadi imam karena Allah ta’âlâ.

Sedangkan lafal niat sholat Tarawih bagi makmum:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatat tarâwîhi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’mûman lillâhi ta’âlâ.

Artinya: Saya niat sholat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, menjadi makmum karena Allah ta’âlâ.

Bagi masyarakat Muslim yang mengerjakan sholat Tarawih sendirian, melafalkan niat di atas tanpa menyertakan lafal imaman atau makmuman:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى


Ushallî sunnatat tarâwîhi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillâhi ta’âlâ.

Artinya: Saya niat sholat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, karena Allah ta’âlâ.

Bila diperinci secara detail, maka tata cara melaksanakan sholat Tarawih sebagai berikut: 

Baca Juga: Kisah para Nabi : Saksi Pertikaian Pertama yang Menimpa Manusia di Bumi

- Melafalkan niat shalat Tarawih
- Taktakbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca surat-surat pendek
- Ruku'
- I’tidal atau berdiri untuk melakukan sujud
- Sujud
- Iftirasy (Duduk di Antara Dua Sujud)
- Sujud Kedua
- Berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca surat-surat pendek
- Ruku'
- I'tidal
- Sujud
- Iftirasy (duduk di antara dua sujud)
- Sujud kedua
- Tahiyat, membaca dua kalimat syahadat, membaca shalawat Ibrahimi
- Salam

Terkait jumlah rakaat sholat Tarawih, ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan 36 rakaat, 8 rakaat, ada juga 20 rakaat.

Masyarakat Muslim kebanyakan melaksanakan sholat Tarawih dengan 20 rakaat 10 salam sebagaimana mayoritas madzhab Syafi'i. Hal itu berdasarkan Hadits Rasulullah saw riwayat al-Baihaqi melalui jalur Ibnu Abbas:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي فِي شَهْرِ رَمَضَانَ فِي غَيْرِ جَمَاعَةٍ عِشْرِينَ رَكْعَةً وَالْوِتْرَ

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik.

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Hukum Jika Meninggalkan Sholat Jumat karena Pekerjaan

Minggu, 2 Februari 2025 | 06:00 WIB

10 Kata-Kata Motivasi Islami Penuh Makna Part

Jumat, 17 Januari 2025 | 20:00 WIB
X