Puasa Arafah dan Tarwiyah: Keutamaan, Niat, dan Pelaksanaannya

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Minggu, 26 Maret 2023 | 06:30 WIB
Puasa Arafah dan Tarwiyah: Keutamaan, Niat, dan Pelaksanaannya (Pinterest)
Puasa Arafah dan Tarwiyah: Keutamaan, Niat, dan Pelaksanaannya (Pinterest)

MOCOSIK.COM - Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di bulan ini, umat Muslim memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha.

Sebelum Hari Raya Idul Adha tiba, umat Muslim disunnahkan untuk melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari ke-8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada hari ke-9 Dzulhijjah.

Puasa Tarwiyah dinamakan demikian karena udara pada hari itu sangat melimpah. Sedangkan puasa Arafah dinamakan demikian karena jamaah haji wajib wukuf di Arafah pada hari itu. 

Baca Juga: Jadwal Libur Awal Puasa Ramadhan dan Idul Fitri 2023: Pastikan Liburanmu Tak Bersentuhan dengan Belajar

Selain itu, terdapat beberapa hari lain pada bulan Dzulhijjah seperti Hari Nahr atau Hari Qurban, Hari Maqarr (menetap di Mina), Nafar Awal, dan Nafar Tsani.

Puasa Tarwiyah disunnahkan bagi yang berhaji dan tidak berhaji, sementara puasa Arafah hanya disunnahkan bagi yang tidak berhaji.

Keutamaan dari dua puasa ini terdapat dalam sebuah hadits yang menyatakan bahwa puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa dan puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun.

Niat puasa Tarwiyah dan Arafah juga perlu diucapkan dengan jelas. Untuk puasa Tarwiyah, niatnya dapat diucapkan seperti“Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala”.

Sedangkan untuk puasa Arafah, niatnya dapat diucapkan seperti“Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala”.

Hari Arafah merupakan hari yang sangat istimewa dan disebut sebagai hari yang paling utama (afdlol al ayyam) karena puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun.

Namun, puasa Arafah hanya disunnahkan bagi yang tidak berhaji, sedangkan untuk jamaah haji tidak disunnahkan. Hal itu dikarenakan ittiba ‘untuk sunnah Nabi. Jika tetap melakukan puasa, maka hukumnya khilaful aula.

Puasa Arafah dan Tarwiyah sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Muslim. Puasa-puasa tersebut turut membantu kenikmatan yang diterima oleh para jamaah haji yang sedang menjalankan ibadah di tanah suci. 

Baca Juga: Mengenal Niat Sholat Tahajud, Ketentuan dan Doanya

Abnu Abbas ra meriwayatkan Rasulullah saw bersabda bahwa tidak ada hari yang lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Hukum Jika Meninggalkan Sholat Jumat karena Pekerjaan

Minggu, 2 Februari 2025 | 06:00 WIB

10 Kata-Kata Motivasi Islami Penuh Makna Part

Jumat, 17 Januari 2025 | 20:00 WIB
X