"Informasinya nanti cair Maret. Tapi dari Rp200 juta itu, katanya yang diterima hanya sekitar Rp140 juta,"ujar AZ, Kamis (12/2/2026), dikutip dari Jatim.SuaraMerdeka.com.
Ia menyebut, dugaan pemotongan sebesar 30 persen dengan alasan untuk biaya laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan pajak.***
Artikel Terkait
Menlu: Board of Peace Tak Wajibkan Iuran, Indonesia Kontribusi Lewat Pasukan Perdamaian
Talk Show Green Deen HPSN 2026, Kemenag dan DLH Jombang Selaraskan Iman dengan Etika Lingkungan
Pengamat: Posisi RI Sebagai Wakil Komandan ISF Jaga Gaza dari Kekuatan Asing
Perjanjian Dagang dengan AS Berpotensi Berubah, RI Minta Tarif Produk Unggulan Tetap 0 Persen
Tarif Trump Dibatalkan Mahkamah Agung AS, Prabowo: Kita Siap Hadapi Segala Kemungkinan