Simbol ini mengingatkan pada pembabaran Dhamma pertama oleh Buddha Gotama di Taman Rusa Isipatana, Sarnath, India, sekaligus mengajak umat untuk memahami dan mengamalkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Penelitian Penyuluh Kemenag Ungkap Perkawinan Usia Dini Berisiko Picu Konflik Rumah Tangga
Adapun Kereta Kencana Stambha Vijaya terinspirasi dari Pilar Asoka yang membawa pesan tentang pentingnya kerukunan antarumat beragama.
Ornamen burung merak pada kereta tersebut juga memiliki keterkaitan dengan sejarah Dinasti Maurya dan perjalanan kehidupan Bodhisattva Siddharta.
Bhante Sri Subhapanno Mahathera menjelaskan keempat Kereta Kencana akan menjadi bagian dari prosesi kirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.
Kirab tersebut diikuti para bhikkhu, samanera, atthasilani, pandita, peserta Indonesia Tipitaka Chanting, serta ribuan umat Buddha sebagai simbol penghormatan terhadap ajaran, peninggalan suci, dan nilai-nilai luhur Buddha yang terus diwariskan kepada generasi penerus.
Melalui perpaduan seni, budaya, sejarah, dan simbol keagamaan, kehadiran empat Kereta Kencana diharapkan tidak hanya memperkaya prosesi keagamaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk memahami nilai-nilai kebajikan dan harmoni dalam kehidupan.***
Artikel Terkait
Kemenag Salurkan Bantuan Rp600 Juta untuk Pembangunan Ruang Kelas Baru di SMPTKN Teluk Wondama Papua Barat
Kemenag dan Kemenbud Gelar Santri Film Festival, Pendaftaran Dibuka 10 November 2025
Prabowo Setujui Pembentukan Ditjen Pesantren, Kemenag Siap Tuntaskan Tahun Ini
Pemkab Jombang Gandeng Kemenag Gelar Aksi Tanam Pohon dan Tebar Ikan di Sendang Slaji
Kemenag Gandeng LPSK Teken Kerja Sama Lindungi Saksi dan Pelapor Korupsi