Dalam diskusi tersebut, para peserta berbagi pengalaman, pemikiran, dan rekomendasi dalam menciptakan lingkungan digital yang positif, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Di era informasi yang begitu melimpah, mari kita menjadi bijak dalam menerimanya. Jangan sampai kita terpengaruh oleh hoaks, atau bahkan ikut menyebarkannya,"jelasnya.
Menurut Nur Kholis, di tahun politik seperti sekarang ini, tidak dapat dihindari adanya isu-isu yang berkaitan dengan hoaks.
Oleh karena itu, isu-isu yang penting dalam pemanfaatan media sosial, penangkalan informasi hoaks, etika berkomunikasi di dunia digital, serta upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ruang digital yang sehat dibahas secara mendalam.
"Kita harus mengutamakan pentingnya ruang digital yang sehat. Hal ini dapat dimulai dari diri kita sendiri," tambah Nur Kholis.
Wakil Bupati Sumrambah berharap, dari kegiatan ini dapat dihasilkan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan literasi digital, melakukan pengawasan terhadap konten yang beredar di media sosial, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya berkomunikasi secara etis dan bertanggung jawab di ruang digital.
"Semoga kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan bermanfaat dapat terwujud dengan adanya kesadaran bersama," harapnya.***
Artikel Terkait
Antusiasme Warga Jombang dalam Nobar Pertandingan Timnas Indonesia Melawan Timnas Argentina
Ratusan Polisi di Jombang Pastikan Pemberangkatan Calon Jamaah Haji Aman dan Lancar
Marak Kasus Praktik Jual Beli Tanah Kavling, Kepala Dinas Perkim Jombang: Masyarakat Harus Waspada
Sekdakab Jombang Pimpin Razia Reklame Ilegal dan Kadaluarsa di Ruas Jalan Kota
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkab Jombang Melalui Dinas PUPR Terus Tingkatkan Perbaikan Jalan Rusak