Setelah itu, pada tahun 2007 warga dipindahkan ke lahan milik Pertamina seluas 100 meter persegi setelah mendapat izin dari perusahaan tersebut. Meski bebas menempati lahan itu, warga tetap merasa khawatir akan penggusuran tersebut.
Dalam kegiatan bakti sosial ini, Saan Mustopa didampingi perwakilan BUMN Angkasapura, Pertamina, Asisten Daerah, dan Dinas Sosial Pemkab Karawang. Ia berharap, agar pemerintah pusat dan daerah dapat segera merealisasikan solusi jangka panjang bagi warga Dusun Sarakan.
Selain pembangunan Kampung Nelayan, Saan Mustopa juga meminta perhatian khusus dalam menangani banjir rob yang menjadi bencana setiap tahunnya.
"Kami mengajak pemerintah dan semua pihak, untuk berkolaborasi menciptakan solusi permanen demi kesejahteraan masyarakat pesisir,"pungkasnya.***