Fenomena Loyalis Tanpa Kritis dari Dukungan Sejati Menuju Penjilatan Kekuasaan

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Rabu, 10 September 2025 | 08:43 WIB
Ilustrasi kelompok yang menempatkan diri sebagai pendukung fanatik pemerintah (Pinterest)
Ilustrasi kelompok yang menempatkan diri sebagai pendukung fanatik pemerintah (Pinterest)

Justru sikap kritis merupakan bentuk loyalitas yang lebih luhur karena bertujuan memperbaiki, bukan sekadar membenarkan.

Sejarah politik Indonesia mencatat, rezim yang dikepung para penjilat pada akhirnya jatuh bukan karena kekuatan oposisi semata, melainkan karena rapuhnya fondasi internal: kebijakan salah yang tak pernah dikoreksi.

Demokrasi yang sehat menuntut dua hal: pemerintah yang terbuka pada kritik, dan masyarakat yang berani menyuarakan kebenaran meski berseberangan dengan kekuasaan.

Tanpa hal itu, yang tersisa hanyalah euforia semu dan kekuasaan yang kehilangan arah.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X