Justru sikap kritis merupakan bentuk loyalitas yang lebih luhur karena bertujuan memperbaiki, bukan sekadar membenarkan.
Sejarah politik Indonesia mencatat, rezim yang dikepung para penjilat pada akhirnya jatuh bukan karena kekuatan oposisi semata, melainkan karena rapuhnya fondasi internal: kebijakan salah yang tak pernah dikoreksi.
Demokrasi yang sehat menuntut dua hal: pemerintah yang terbuka pada kritik, dan masyarakat yang berani menyuarakan kebenaran meski berseberangan dengan kekuasaan.
Tanpa hal itu, yang tersisa hanyalah euforia semu dan kekuasaan yang kehilangan arah.***
Artikel Terkait
Kakor Binmas Baharkam Polri Tinjau PPGD 2023 di Polres Batu Malang
Cara PPATK Telusuri Harta Ilegal dengan Tuntas
Klinik Juragan 99 Dikirimi Kain Kafan Hingga Barang Mistis, Pegawai Terguling dan Kesurupan
Mengenal Lumba-lumba Air Tawar Asli Indonesia yang Terancam Punah
Spiritualitas Kekuasaan dan Politik dengan Karakter Pemimpin yang Beretika