Oleh karena itu, seorang penguasa yang mengingkari amanah berarti dia benar-benar meninggalkan pesan-pesan ilahiyah yang melekat pada dirinya. Selain sebagai manusia pribadi yang terlahir sebagai makhluk spiritual, juga sebagai pemikul kepercayaan tingkat tinggi di hadapan Tuhan yang harus dia pertanggungjawabkan di hari pembalasan.
3. Keharusan malayani
Hakikat dari seorang penguasa atau orang yang memiliki akses terhadap kekuasaan adalah sebagai pelayan umat (khadimul ummah) bukan pembesar umat (sayyidul ummah). Tentunya agar memiliki jiwa pelayan, maka dibutuhkan hati yang melayani, hati yang cenderung untuk membantu pihak lain tanpa ada keinginan atau perasaan sebaliknya.***