Spiritualitas Kekuasaan dan Politik dengan Karakter Pemimpin yang Beretika

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Minggu, 23 Maret 2025 | 12:09 WIB
Ilustrasi Spiritualitas Kekuasaan dan Politik (reportase7.com)
Ilustrasi Spiritualitas Kekuasaan dan Politik (reportase7.com)

Oleh karena itu, seorang penguasa yang mengingkari amanah berarti dia benar-benar meninggalkan pesan-pesan ilahiyah yang melekat pada dirinya. Selain sebagai manusia pribadi yang terlahir sebagai makhluk spiritual, juga sebagai pemikul kepercayaan tingkat tinggi di hadapan Tuhan yang harus dia pertanggungjawabkan di hari pembalasan.

3. Keharusan malayani

Hakikat dari seorang penguasa atau orang yang memiliki akses terhadap kekuasaan adalah sebagai pelayan umat (khadimul ummah) bukan pembesar umat (sayyidul ummah). Tentunya agar memiliki jiwa pelayan, maka dibutuhkan hati yang melayani, hati yang cenderung untuk membantu pihak lain tanpa ada keinginan atau perasaan sebaliknya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X