BANYUWANGI, MOCOSIK.COM - Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN) turut berpartisipasi dalam gelaran Gintangan Bamboo Attraction 2026, sebuah event yang mengangkat potensi lokal sekaligus mendorong pengembangan industri kreatif berbasis bambu di tingkat desa.
Dalam gelaran tersebut, sejumlah pengurus dan anggota BYCN terlibat langsung dalam berbagai peran. Vicky Hendri Kurniawan, S.Sn, Ketua BYCN periode 2021–2026, bersama Dedy Wahyu Hernanda, M.AP, Ketua BYCN periode 2026–2029, serta Jatmiko, S.S, Sekretaris BYCN, dipercaya bertugas sebagai Dewan Juri, Pengarah Koreo dan Show Director.
Sementara itu, Febri Erfan Nur Cahyo, S.E, Kabid Pengembangan SDM/Talenta, Penyusunan Program dan Event BYCN, turut mengambil peran sebagai pengisi suara theme song sekaligus maskot dengan tema“Pulung Panguripan”.
Baca Juga: Langkah Cepat URC Macan Blambangan, Ungkap Jaringan Sindikat Curanmor hingga Penadah di Banyuwangi
Gintangan Bamboo Attraction 2026 menjadi ruang kreatif yang mempertemukan potensi bambu dengan industri fashion dan seni pertunjukan.
Melalui proses hilirisasi, bambu tidak hanya dipandang sebagai bahan kerajinan, tetapi dikembangkan menjadi karya fashion karnaval yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai jual tinggi.
Konsep tersebut menunjukkan bagaimana potensi sumber daya lokal dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Dampaknya juga tidak berhenti pada pelaku fashion, tetapi menciptakan multiplier effect bagi ekosistem industri kreatif di tingkat desa.
Mulai dari para pengrajin bambu, fashion designer, MUA/perias, hingga pelaku kuliner, seluruhnya mendapatkan peluang untuk bergerak dan memperoleh manfaat dari penyelenggaraan event tersebut.
Keterlibatan BYCN dalam Gintangan Bamboo Attraction 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi generasi muda dengan ekosistem ekonomi kreatif daerah.
Event ini sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal dapat menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya talenta, kreativitas, serta peluang ekonomi baru di tingkat desa.
Dengan mengusung semangat kreativitas dan pemberdayaan potensi lokal, Gintangan Bamboo Attraction 2026 diharapkan dapat terus berkembang sebagai salah satu ruang promosi dan hilirisasi produk kreatif berbasis bambu, sekaligus memperkuat posisi Banyuwangi sebagai daerah yang mampu mengolah kekayaan lokal menjadi karya yang memiliki daya saing.
BYCN sendiri merupakan Jejaring Indonesia Creative Cities Network. Indonesia Creative Cities Network (ICCN) merupakan jejaring kota kreatif yang menjadi orkestrator dalam pengembangan ekosistem kota kreatif dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Ekonomi Kreatif sendiri merupakan sektor usaha yang mengutamakan ide, pengetahuan, budaya dan warisan leluhur yang mencakup subsekor fotografi, film animasi, musik, arsitektur, seni pertunjukan dan lainnya.***
Artikel Terkait
Operasi Pekat Semeru 2025, Polresta Banyuwangi Ungkap 25 Kasus dan Amankan 37 Tersangka
Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Kejurprov Bola Voli U-19 Jawa Timur 2025
Menkop Launching Koperasi Merah Putih Tukangkayu, Banyuwangi Jadi Model Penguatan Ekonomi Kelurahan
Wisata Berubah Jadi Teror! Rombongan Wisatawan dan Jurnalis Diduga Dipalak di Bangsring Underwater Banyuwangi
Blak-blakan! Inilah Poin Utama Dugaan Pelanggaran Mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pusaran Tambang Emas Tumpang Pitu
Sebelum Digarap KPK, Pengamat Fauzan LS Minta Mahkamah Partai PDIP Seret Azwar Anas soal IUP Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi