Cegah Penyakit Degeneratif tidak Menular, Tim Medis Rehabilitasi RSUD Jombang Ajak Pasien Lansia Ikuti Latihan Menari Remik

photo author
- Sabtu, 6 April 2024 | 08:49 WIB
Tim Medis Rehabilitasi RSUD Jombang Ajak pasien Lansia Ikuti Latihan Menari Remik untuk mencegah penyakit degeneratif tidak menular (Humas RSUD Jombang)
Tim Medis Rehabilitasi RSUD Jombang Ajak pasien Lansia Ikuti Latihan Menari Remik untuk mencegah penyakit degeneratif tidak menular (Humas RSUD Jombang)

 


JOMBANG, MOCOSIK.COM - TIM Dokter dan Para Medis Rehabilitasi dibawah koordinasi tenaga Fisioterapi Umi Hanik Mardiyana, S.Kes mengajak pada pengunjung, masyarakat, pasien lansia yang datang berobat di RSUD Jombang, untuk mengikuti latihan/praktik aktif bergerak, dengan menari remik.

Latihan menari tersebut tak lain adalah sebagai sosialisasi upaya memberikan edukasi tentang sikap dan kebiasaan yang baik dan benar dalam bekerja, beraktifitas sehari – hari berguna mencegah atau mengurangi timbulnya penyakit degeneratif tidak menular.

Latihan itu diberikan kepada pasien, lansia dan masyarakat pengunjung di ruang tunggu pasien poli rawat jalan dan Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jombang.

Baca Juga: Tolak Pasien Hamil, Netty Prasetiyani Aher Minta Kemenkes Periksa RSUD Subang

Umi Hanik Mardiyana, dalam keterangannya mengatakan, bahwa latihan menari remik merupakan senam, gerak fisik yang mudah dilakukan dan mudah diingat, sebagai solusi meringankan problem atau masalah yang dialami oleh pasien, lansia untuk meningkatkan kualitas kesehatannya.

“Fisioterapi bisa menggunakan leafled, gambar dan video disertai musik untuk ditonton sehingga memudahkan pasien, para lansia dan keluarganya untuk mengikuti, menirukan, melakukan sendiri di rumah,"terangnya pada Rabu (03/04/2024).

Disampaikan, Umi panggilan akrab tenaga medis RSUD ini, bahwa atar belakang munculnya inovasi ini karena beberapa masalah, diantaranya:

1. Meningkatnya angka penyakit tidak menular, penyakit degeneratif dan muskuloskeletal di masyarakat.
2. Meningkatnya ketergantungan/pemakaian konsumsi obat – obatan pada pasien dan lansia di masyarakat.

3. Banyaknya pasien, panjangnya antrian dan waktu tunggu yang lama, menyebabkan menurunnya kualitas pelayanan kesehatan.
4. Jumlah SDM medis yang terbatas namun jenis layanan dan tuntutan parameter mutu layanan terus bertambah.

“Kesembuhan membutuhkan waktu lama bila hanya menggunakan terapi obat dan alat elektroterapi. Kurangnya pemahaman tentang sikap dan kebiasaan yang baik dan benar dalam bekerja dan beraktifitas sehari-hari, juga menjadi dasar munculnya inovasi,"katanya.

Umi Hanik Mardiyana menyebut, tujuan inovasi edukasi ini disampaikan untuk:

1. Meningkatkan kesehatan masyarakat tentang kebiasaan yang benar dan sehat, untuk tetap aktif bergerak yang bermanfaat.
2. Memberikan pelayanan fisioterapi bagi pasien dan lansia yang mengalami gangguan gerak dan fungsi dalam beraktifitas sehari hari.

3. Meningkatkan kapasitas fisik dan kemandirian, dengan latihan yang dilakukan secara rutin dan teratur dibawah pengawasan tenaga Kesehatan.
4. Mengurangi problem gerak dan fungsi pasien dan lansia dengan diberikan program latihan yang sesuai dengan kondisinya.

"Endingnya, tentu untuk mengurangi angka penyakit tidak menular di masyarakat,"ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Sumber: Humas RSUD Jombang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

8 Makanan yang Bisa Membantu Mengatasi Asam Urat

Senin, 11 Agustus 2025 | 21:30 WIB
X