"Kami juga tidak ingin hasil perhitungan proses Pemilu itu dipengaruhi oleh hacker. Saya ingatkan, itu bisa mengganggu kredibilitas hasil kerja KPU dan pemilu. Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi,"imbuhnya.
Diakhir pernyataan, Sukamta meminta kepada seluruh stakeholder terkait untuk berkomitmen kuat, serta melakukan aksi nyata guna membenahi sistem keamanan maya, terutama berkaitan dengan aplikasi pemilu ini.
"Mohon Pimpinan (DPR) agar bisa diberikan support untuk membenahi sistem IT, sehingga bebas dari malware dan tidak bisa ditembus lagi oleh hacker,"pungkasnya.***