5. Tahun 2021 telah dibantukan alat pasca panen pengolah kopi seperti Roasting (alat pemanggang kopi), grinder (alat penghalus kopi) dan sealer (alat pengemas kopi) untuk 3 kelompok tani.
6. Tahun 2022 telah dibantukan kegiatan Sekolah Lapang bagi petani kopi dan pengendalian opt Kopi.
7. Tahun 2023 dibantukan bibit kopi sebanyak 10.000 batang bagi petani kopi di Wonosalam.
"Semua bantuan yang diterimakan kelompok tani merupakan ikhtiar pemerintah Kabupaten Jombang dalam rangka pengembangan tanaman kopi yang endingnya merajuk pada peningkatan kesejahteraan petani kopi di Kabupaten Jombang,"jelas M Rony.
Menurutnya, pada Tahun 2023, Dinas Pertanian telah mendaftarkan "Kopi Excelsa Jombang" untuk memperoleh sertifikat Indikasi Geografis Kopi dan sudah dalam tahap akhir (selesai sidang).
Adapun penggunaan sertifikasi Indikasi Geografis pada produk khas suatu wilayah sangat menguntungkan baik bagi produsen (masyarakat lokal yang mengembangkan produk tersebut dari budayanya), maupun bagi konsumen (masyarakat luas dapat merasa aman membeli produk asli dan berkualitas, serta tidak disesatkan).
"Bersama Masyarakat Peduli Indikasi Geografis Kopi, kedepan harapannya kopi excelsa wonosalam akan lebih dikenal masyarakat luas dan memiliki nilai tawar yang tinggi di pasar. Begitu pula pada tahun 2023 Kabupaten Jombang terpilih melalui program Communal Branding yang di inisiasi oleh ibu gubernur Provinsi Jawa Timur,"ungkapnya.
Baca Juga: Dinas Pertanian Jombang Dukung Peningkatan Produksi Tanaman Perkebunan
Lebih lanjut, M Rony mengatakan, bahwa Communal Branding merupakan kegiatan peningkatan kualitas produk, kapasitas kelembagaan dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia, serta untuk pengembangan promosi dan pemasaran di bawah satu merek yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat (community) secara bersama-sama.
"Produk kopi yang dikemas melalui Communal Branding mempunyai merk "JAVEAST COFFEE" dan tergabung dalam wadah Koperasi yang terdiri dari beberapa wilayah, antara lain Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang dan Desa Kare Kecamatan Kare Kabupaten Madiun,"katanya.
M Rony mengaku, bahwa ekspor perdana kopi Excelsa Wononosalam yang dihadiri oleh Ibu Gubernur Jawa Timur, itu sebanyak 12 ton menjadi momentum yang sangat baik dalam hal promosi produk unggulan Kabupaten Jombang.
"Harus diperhatikan stok kopi excelsa, apakah tersedia atau tidak jika ada pesananan dari pihak bayer/ pembeli dengan jumlah banyak,"tuturnya.
Hal ini senada dengan Ibu Bupati Jombang, yang turut serta mendampingi Ibu Gubernur Jawa Timur dalam rangka misi dagang ke 3 Negara Timur Tengah.
"Dalam rangka mengenalkan produk unggulan Kabupaten Jombang, yaitu Kopi Excelsa Wonosalam,"pungkas Kepala Dinas Pertanian Jombang, M Rony.***