Menanggapi keluhan yang disampaikan oleh Tera, salah satu tetangganya pun turut berkomentar. Bahkan, dia mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang dialami Tera saat ini.
"Semestinya hal yang sangat merugikan orang lain harus diproses hukum. Korban tidak hanya mengalami kerugian materil saja, namun juga imateri. Terlebih, Setiap bulan dia harus mengangsurm bahkan, nama baik Tera di desanya juga ikut tercoreng,"tutur tetangga Tera, sebut saja Keri.
Mengetahui hal itu, Keri pun curiga jika ada persekongkolan jahat yang dilakukan oleh N dan beberapa Oknum BRI Unit Perak.
"Kecurigaan saya cukup menguat, karena banyak pihak yang mencoba datang kerumah Tera untuk meminta damai. Apalagi ada sejumlah Oknum BRI yang masih aktif berusaha menutupinya,"ungkapnya.
"Kudune masalah iki dilaporno nang polisi (haruse masalah ini dilaporkan ke polisi), biar ada efek jera, la wong korban tidak menikmati hasil kejahatan tersebut. Bahkan tanda tangan pengajuan sampai realisasi sejumlah Rp50 juta tidak pernah sama sekali, kok dituduh bersekongkol dengan N, itu jelas akal - akalane Oknum BRI untuk mencari kambing hitam wae mas, imbuh keri dengan nada geram,"imbuhnya.
Baca Juga: Diduga Jual Beli Bahan Peledak, Pemuda di Pasuruan Diringkus Polisi
Lain halnya dengan Tera, si A yang mengaku sebagai suruhan BRI Unit Perak menyatakan, bahwa dirinya hanya membantu sebagai penengah.
"Saya hanya membantu sebagai penengah agar permasalahan tidak berlarut-larut. Kalau terkait saya telpon orang BRI saat di rumah Tera, HP saya load speaker. Jadi siapapun yang ada dirumah Tera, mendengarkan semua dan itu telpon dengan tim BRI, bukan pengacara BRI,"ungkap A.
Menurutnya, dari permasalahan tersebut, pihaknya baru mengetahui jika jaminan yang diajukan ke BRI adalah petok D palsu.
"Saya baru tahu kalau ternyata jaminan yang di ajukan ke BRI (petok D) adalah palsu. Awalnya saya curiga dari tanda tangan yang ada di petok D, setelah saya kroscek ke pemilik asli, petok D tersebut ternyata yang asli masih ada dirumah dan nggak pernah diagunkan ke bank,"pungkasnya.***